“ketahuilah bahwa hati adalah ibarat sebuah benteng. Setan sebagai
musuh kita selalu ingin memasuki benteng tersebut. Setan senantiasa
ingin memiliki dan menguasai benteng itu. Tidak mungkin benteng tersebut
bisa terjaga selain adanya penjagaan yang ketat pada pintu-pintunya”
Pintu-pintu
tersebut tidak bisa terjaga kecuali jika seseorang mengetahui
pintu-pintu tadi. Setan tidak bisa terusir dari pintu tersebut kecuali
jika seseorang mengetahui cara setan memasukinya. Cara setan untuk masuk
dan apa saja pintu-pintu tadi adalah sifat seorang hamba dan jumlahnya
amatlah banyak. Pada saat ini kami akan menunjukkan pintu-pintu tersebut
yang merupakan pintu terbesar yang setan biasa memasukinya. Semoga
Allah memberikan kita pemahaman dalam permasalah ini.
Pintu pertama:
Kamis, 20 Desember 2012
Mengapa Baju Operasi Dokter Warna Hijau?
Warna hijau membantu para dokter untuk melihat dengan lebih baik karena dua alasan. Pertama, melihat warna biru atau hijau dapat menyegarkan penglihatan dokter dari hal-hal yang berwarna merah, seperti organ dalam dan darah pasien selama operasi. Karena, otak menafsirkan warna secara relatif terhadap warna yang lain.
"SUKU MAYA SENDIRI TIDAK PERCAYA HARI INI KIAMAT"
Berbagai pengikut sekte New Age di seluruh dunia heboh mempersiapkan
diri menghadapi 21 Desember 2012 yang mereka yakini adalah hari kiamat.
Keyakinan ini didasarkan pada kalender Maya berumur 5.125 tahun yang
berakhir hari ini.
Tapi ternyata, kehebohan justru tidak dirasakan oleh para keturunan suku Maya. Mereka beraktivitas seperti biasa karena tidak meyakini hari kiamat ditentukan oleh kalender buatan leluhur mereka.
Diberitakan CNN, keyakinan ini dipegang oleh penduduk di desa Maya Yaxuna di kota Merida, Meksiko. Mereka meyakini bahwa kalender tersebut hanyalah soal berakhirnya satu fase dan pembuka fase yang baru, bukanlah akhir dunia.
"Ini hanyalah sebuah era. Banyak yang mengatakan bahwa ini adalah akhir dunia, tapi kami tidak percaya," kata Santos Esteban salah seorang penduduk Yaxuna.
Desa Yaxuna berpenduduk sekitar 700 orang suku Maya, terletak di lokasi bekas kerajaan kuno 2.000 tahun sebelum masehi. Dunia heboh kiamat, masyarakat suku ini tetap menjalankan kesehariannya yang sederhana, membakar tortila di api unggun, dan mendirikan rumah beratap palem buatan tangan.
Hal yang sama dirasakan oleh para penduduk yang tinggal di lokasi reruntuhan kuil Maya di kota Coba, negara bagian Quintana Roo, Meksiko. "Itu tanggal kita bekerja, hanya seperti hari biasa saya," kata Julian Nohuicab, 34, suku maya yang bekerja sebagai pedagang minuman di tempat itu.
Orang-orang dari seluruh dunia berdatangan ke tempat ini, berwisata atau mencari wangsit. Suku Maya hanya geleng kepala dan mengernyitkan dahi ketika ditanya perihal hari kiamat.
"Kami tidak percaya. Tidak ada yang tahu hari dan jam berapa kiamat. Hanya Tuhan yang tahu," kata Socorro Poot, 41, suku Maya yang tinggal di desa Holca, sekitar 25 mil dari Chichen Itza (sumber pulsk.com)
Tapi ternyata, kehebohan justru tidak dirasakan oleh para keturunan suku Maya. Mereka beraktivitas seperti biasa karena tidak meyakini hari kiamat ditentukan oleh kalender buatan leluhur mereka.
Diberitakan CNN, keyakinan ini dipegang oleh penduduk di desa Maya Yaxuna di kota Merida, Meksiko. Mereka meyakini bahwa kalender tersebut hanyalah soal berakhirnya satu fase dan pembuka fase yang baru, bukanlah akhir dunia.
"Ini hanyalah sebuah era. Banyak yang mengatakan bahwa ini adalah akhir dunia, tapi kami tidak percaya," kata Santos Esteban salah seorang penduduk Yaxuna.
Desa Yaxuna berpenduduk sekitar 700 orang suku Maya, terletak di lokasi bekas kerajaan kuno 2.000 tahun sebelum masehi. Dunia heboh kiamat, masyarakat suku ini tetap menjalankan kesehariannya yang sederhana, membakar tortila di api unggun, dan mendirikan rumah beratap palem buatan tangan.
Hal yang sama dirasakan oleh para penduduk yang tinggal di lokasi reruntuhan kuil Maya di kota Coba, negara bagian Quintana Roo, Meksiko. "Itu tanggal kita bekerja, hanya seperti hari biasa saya," kata Julian Nohuicab, 34, suku maya yang bekerja sebagai pedagang minuman di tempat itu.
Orang-orang dari seluruh dunia berdatangan ke tempat ini, berwisata atau mencari wangsit. Suku Maya hanya geleng kepala dan mengernyitkan dahi ketika ditanya perihal hari kiamat.
"Kami tidak percaya. Tidak ada yang tahu hari dan jam berapa kiamat. Hanya Tuhan yang tahu," kata Socorro Poot, 41, suku Maya yang tinggal di desa Holca, sekitar 25 mil dari Chichen Itza (sumber pulsk.com)
superhero indonesia vs superhero asing
apa yang agan pikirkan jika superhero indonesia melawan superhero luar negeri seperti batman,superman,atau spiderman. pasti sebagian ada yang berpikir pasti kalah ,! tapi nyatanya tidak pada gambar di atas , semua superhero asal amerika KO dihabisin superhero indonesia !
wkwkwkwk
wkwkwkwk
Jumat, 07 Desember 2012
3 angka terakhir no hp kamu !
ada yang aneh dengan 3 angka terak hir kamu ! jika kamu tulis di facebook maka akan muncul nama orang .
mau cara nulisnya gini @[3 angka nomor terakhir hape kamu:]
SELAMAT MENCOBA
mau cara nulisnya gini @[3 angka nomor terakhir hape kamu:]
SELAMAT MENCOBA
Langganan:
Postingan (Atom)




